Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Saturday, 30 March 2013

Cerpen ~ Senja

Untukmu yang entah dimana saat ini, disini kutuliskan kisahnya.

Kita pertama kali bertemu beberapa tahun silam. Tepatnya tahun 2007. Aku ingat itu salah satu senja yang indah ketika matahari menggoreskan cahaya kemerahan berpadu dengan kuning keemasan di langit yang perlahan gelap, di ujung dermaga, aku melihatmu. Seseorang dengan kemeja putih. Kontras sekali dengan semburat cahaya dan temaram senja ini. Menyibakkan rambut yang disapa angin lembut. Begitu mempesona. Kau berdiri beberapa puluh meter dariku. Tapi bayanganmu kala itu menyentuhku. Sebersit keinginan muncul dalam benakku, aku ingin berdiri lebih dekat, ingin menyentuhmu, bukan hanya bayanganmu. Sepersekian menit berikutnya ketika aku tersadar dari lamunan itu, bayanganmu sudah hilang. Kau sudah pergi.

Friday, 15 March 2013

Cerpen ~ Putar Kembali Waktu

           “Untukmu, aku ini seperti apa?” tanya Ceres.
“Mmm, seperti Ceres.” jawab Orion sambil tertawa.
“Iiih, ya tentu saja aku Ceres. Aku kan memang Ceres. Memangnya aku siapa lagi?”.
“Hahaha. Bukan, bukan. Maksud ku Ceres, si asteroid unik. Satu-satunya asteroid yang berbentuk bundar, utuh. Seperti kamu, satu-satunya wanita yang utuh di hatiku”, Orion tersenyum.
“Gombal”, Ceres menjulurkan lidahnya.
“Serius, kamu seperti itu untukku”, jawab Orion dengan wajah serius.
“Jika benar seperti itu, mengapa kita masih seperti ini? Mengapa kamu belum juga melepaskan Pleiades. Apa karena dia adalah dewi sedangkan aku hanya asteroid, jadi kamu tidak bisa mencintaiku?”
Orion hanya terdiam.
###

Wednesday, 2 January 2013

Cerpen ~ Surat Dari Dylan Untuk Elle

Surat Dari Dylan Untuk Elle

Dulu kita berpisah dengan harapan agar tidak ada lagi yang tersakiti di antara kita. Tapi kemanapun aku berjalan, pada akhirnya aku kembali disini. Dan ketika aku menyadari semuanya, bahwa keadaan ini tidak seharusnya memisahkan kita, atau mungkin kita telah salah memilih jalan, semuanya hanya menjadi kebenaran yang terlambat.

Saturday, 20 October 2012

Cerpen ~ Antara Mengerti, dan Dimengerti

Antara Mengerti, dan Dimengerti

Sore ini gerimis. Hal yang seumur hidup paling dibenci gadis itu. Tetesan air yang jatuh dari langit seolah bangga menahannya untuk tidak terburu-buru meninggalkan kampus hari ini. Ia meraih ponsel di dalam tasnya. Membuka contac list, mencari-cari nama seseorang, kemudian menghubunginya tak sabaran.

Cerpen ~ Di Ujung Pelangi

Di Ujung Pelangi

Mungkin hanya ada satu tempat yang cocok untuk menggambarkan posisimu, di ujung pelangi. Ya, tempat yang mungkin tak satupun orang akan menemukannya. Karena pada kenyataannya pelangi tak berujung. Seperti cinta yang ku rasakan padamu...

Friday, 19 October 2012

Cerpen ~ Overload Dustbin

Overload Dustbin

GUBRAK !!!
        Mungkin seisi rumah langsung memuntahkan apa yang mereka makan, atau menjatuhkan apa yang mereka pegang gara-gara bunyi itu. Dan benar saja, telingaku langsung menangkap gelombang suara seperti suara para demonstran di jalanan. Suara yang bisa langsung kutafsirkan sebagai ancaman.

Tuesday, 16 October 2012

Cerpen ~ Rain Riani


Rain Riani

            “Hmm, uda hangat belum”, tanyaku sambil menggenggam erat tanganmu, tangan yang selalu dingin. Kamu hanya tersenyum simpul. Mobil tiba-tiba mogok di tengah jalan sepi dan hujan turun pula. Tapi keadaan ini jadi indah karena ada kamu disampingku, Riani.

Monday, 15 October 2012

Cerpen ~ Berhenti, Maya

Berhenti, Maya

Berhenti Maya, jangan berlari lagi. Aku tak bisa mengejarmu, kau terlanjur di dunia yang tak bisa ku jangkau. Kau di duniamu sendiri. Dunia yang tak mengijinkan siapa pun ada disana. Selain dirimu sendiri.